7 Aktivitas Mencegah Kanker Payudara




Cara mencegah kanker payudara
Wanita yang menyusui berisiko lebih kecil
terkena kanker payudara.


Siang itu, kantorku kedatangan petugas medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung untuk melakukan screening payudara kepada karyawan perempuan. Screening ini merupakan salah satu upaya mencegah kanker payudara. Usai discreening payudara, salah satu teman kantor mengeluhkan ditemukannya penebalan jaringan pada kelenjar payudara bagian kiri. “Waduh kok bisa ya, padahal aku makannya nggak macam-macam lo,” ujarnya.

Bahkan, beberapa rekan kerja saling curhat tentang hasil pemeriksaan screening tersebut. Ada salah satu rekan yang hasil screeningnya bersih, tidak ada penebalan di kedua payudara. Dan, dia mengaku rajin mengonsumsi lalapan serta buah-buahan.

Usai memeriksa beberapa karyawan perempuan di kantor tempat saya bekerja, tenaga medis yang melakukan pemeriksaan memberikan pemaparan.  “Bagi yang ditemukan penebalan jaringan kelenjar susu pada payudaranya tidak perlu panik dan khawatir berlebihan. Penebalan itu bisa disebabkan oleh hormon, dan gaya hidup yang kurang sehat. Tidak semua penebalan berujung kepada kanker, penebalan jaringan kelenjar susu itu bisa diobati dengan memperbaiki gaya hidup, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, rajin berolahraga, dan kurangi stres,” tuturnya.

Nah, apa saja yang dapat menurunkan risiko atau mencegah kanker payudara? Simak beberapa hasil penelitian para pakar kesehatan berikut ini :

Aktivitas Fisik

Salah satu hasil penelitian di Amerika Serikat yang mensurvei 1,4 juta orang menemukan bahwa aktifitas fisik yang tinggi atau olahraga dapat menurunkan risiko 13 jeni kanker yang berbeda, termasuk mengurangi risiko kanker payudara hingga 10%.

Penelitian di Kanada juga menemukan bahwa menambah jumlah aktivitas fisik mingguan 150 sampai 300 menit dapat menurunkan risiko kanker payudara pada wanita  pascamenopause sebab secara signifikan mengurangi lemak tubuh, terutama pada wanita gemuk atau obesitas. (Ini Gejala Kanker Payudara)

Dengan berolahraga akan menurunkan tingkat sirkulasi estrogen dalam tubuh, serta mengelurkan toxin atau racun dalam tubuh dengan jumlah yang cukup signifikan. Aktifitas olahraga juga dapat mengaktifkan fungsi syaraf dan otot tubuh manusia.

Konsumsi Banyak Sayur dan Buah

Sebuah penelitian berskala besar di Amerika Serikat menyatakan konsumsi buah yang tinggi semasa remaja sekitar 2,9 porsi per hari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 25% dibandingkan dengan konsumsi buah 0,5 porsi per hari.

Para peneliti menyarankan untuk mengonsumsi dua porsi apel per minggu, pisang dan anggur selama masa remaja karena signifikan dalam mencegah kanker payudara. Juga disarankan mengonsumsi dua porsi jeruk dan sayuran kankung pada awal masa dewasa.

Wanita muda yang makan lebih banyak serat pada awal masa dewasa memiliki risiko kanker payudara 12% hingga 19% lebih rendah daripada mereka yang makan lebih sedikit atau tidak memiliki serat sama sekali. Makanan dengan kadar serat tertinggi meliputi kacang merah, lentil, sereal gandum, buah dan sayuran hijau.

Kurangi Konsumsi Lemak Jenuh

Lemak yang buruk atau lemak jenuh ditemukan pada produk daging dan susu seperti daging yang mengandung lemak, keju, mentega. Mengonsumsi lemak jenuh ini dikaitkan dengan kepadatan payudara yang lebih tinggi di masa dewasa nanti yang merupakan salah satu faktor risiki kanker payudara yang paling kuat. (Batas Gorengan Yang Boleh Dikonsumsi Dalam Satu Hari)

Periksa  Gigi Secara Rutin

Penelitian di Amerika Serikat kepada 65.000 peserta wanita yang berusia 54 sampai 86 tahun menemukan peserta yang memiliki penyakit gusi 14% lebih tinggi untuk berkembang dan berisiko mengalami kanker payudara.

Penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang juga menemukan bahwa penderita penyakit gusi menghadapi risiko kanker tertentu yang lebih tinggi. Secara teori dijelaskan bahwa patogen berbahaya dapat dibawa ke air liur dan plak gigi, atau melalui jaringan gusi yang sakit ke dalam sirkulasi darah.

Hindari Minuman Alkohol

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa meminum minuman yang mengandung alkohol meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Wanita yang mengonsumsi 2-5 gelas alkohol sehari meningkatkan risiko 150% dibandingkan dengan wanita yang tidak meminum alkohol sama sekali.

Konsumsi minuman beralkohol ini dikaitkan dengan peningkatkan kadar hormor estrogen yang merupakan salah satu hormon memicu pertumbuhan sel kanker payudara.

Menyusui

Bagi Ibu-Ibu yang memiliki bayi disarankan untuk menyusui bayinya secara ekslusif selama 6 bulan. Pemberikan Air Susu Ibu (ASI) ini tidak hanya menyehatkan dan bermanfaat untuk anak, tapi juga bagi Ibu yang menyusui.

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih kecil menderita kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak pernah menyusui. Para ahli mengklaim, aktivitas menyusui menjaga tingkat esterogen stabil dalam tubuh sehingga memperkecil risiko kanker payudara.

Screening Payudara

Wanita yang berusia diatas 50 tahun memiliki risiko terkena kanker payudara lebih tinggi. Untuk itu, disarankan melakukan screening atau pemeriksaan dini secara rutin agar terhindar dari kanker payudara.


Beberapa faktor lain yang harus dihindari untuk menurunkan risiko kanker payudara adalah menghindari radiasi kimia seperti CT Scan, pemeriksaan MRI, dan rotgen. Jangan melakukan terapi hormon pascamenopause, hindari konsumsi pil KB, jangan gunakan bra ketat, dan menghindari penggunaan  deodoran. (R)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment