Awas Jangan Marah Dekat Anak-Anak dan Bayi, Inilah Bahayanya !

Selain dapat mengganggu psikologi, bertengkar di depan anak juga akan mendatangkan banyak penyakit lain. Gb.Kompasiana.com


Bahaya Marah Dekat Anak dan Bayi : Penulis yakin sobat pernah begitu sangat kagum melihat anak-anak yang usianya masih belia sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan sangat indah, bahkan lebih dari itu banyak dari mereka yang sampai mampu menghafal isi Al-Qur’an, baik sebagian maupun keseluruhannya

Disadari atau tidak segala sesuatu yang terjadi pada anak adalah peran besar kita orang tuanya. Mau anak itu menjadi hafidz Qur’an atau justru sangat susah di ajarinya adalah bagaimana kita membiasakan anak sejak bayinya.

Penulis yakin, banyaknya anak Indonesia yang di usia belianya mampu menghafal Al-Qur’an itu dikarenakan sejak bayi orangtuanya sudah merancangnya. Contoh ketika menidurkan anak dengan nyanyian sholawat, senantiasa mendengarkan bacaan Al-Qur’an pada anank, membiasakan anak berdo’a sebelum beraktivitas dengan memberinya contoh nyata.

Sehingga akhirnya setelah dewasa anak menjadi terbiasa dengan mengucapkan bahasa arab bahkan kalimat Al-Qur’an. Buktinya kita saat ini, begitu lancarnya mengucapkan bahasa daerah kita, tentu itu semua karena sejak bayi kita diperdengarkan dengan bahasa-bahasa tersebut.

Anak yang terbiasa mendengar kata-kata yang baik lagi lembut dari orangtuanya, maka ia akan menjadi anak yang baik serta lembut dalam bertutur kata. Oleh karena itu jangan pernah menyalahkan anak ketika mereka berbicaranya kasar, keras, bahkan tidak sopan. Hal ini bisa dipastikan bahwa lingkungan dan orangtuanya lah salah satu factor paling besar yang menjadikannya seperti itu.

Oleh karena itu penting bagi kita, untuk senantiasa memberi contoh yang baik pada anak. Semarah dan segmenting apapun keadaan keluarga kita, hindari jauh-jauh bertengkar di depan mereka. Selain dapat menganggu mental dan jiwa anak, bahkan bertengkar di depan anak ini sangat mengganggu otak anak, meski sang anak masih dalam keadaan bayi sekalipun.


Dilansir dari Tempo.co, Tim peneliti dari University of Oregon mengungkapkan dalam jurnal Psychological Science, bahwa memang akan terjadi hal yang buruk pada otak anak-anak dan bayi  saat mendengar nada marah dari lingkungan sekitarnya.

Bayi sedang tidur. Gb. solusisehatku.com


Studi tersebut menemukan bahwa otak anak kecil akan menyala saat menanggapi nada marah, bahkan ketika mereka sedang tertidur. Rupanya lingkungan atau peristiwa yang mereka alami akan membentuk otak menjadi baik atau buruk.

Stres karena tekanan dapat mempengaruhi perkembangan fungsi otak bayi. "Kami tertarik, apakah stres di awal kehidupan anak-anak, seperti konflik orang tua, berkaitan erat dengan perkembangan fungsi otak bayi," kata pemimpin studi, Alice Graham, dari University of Oregon, seperti dilansir laman Live Science.

Graham dan rekan-rekannya mengamati otak dari 20 bayi tidur usia 6-12 bulan. Mereka menggunakan citra resonansi magnetik fungsional, yaitu teknik yang mengukur aliran darah sebagai wakil dari aktivitas otak. Dalam pemindai itu, bayi-bayi mendengar kalimat omong kosong yang diucapkan oleh laki-laki dewasa dengan nada suara sangat marah, agak marah, senang, dan nada netral.

Otak bayi yang sedang tertidur menunjukkan pola yang berbeda dari tiap aktivitas sesuai dengan nada emosional yang diperdengarkan. Dibandingkan bayi yang dibesarkan dalam rumah yang sehat, bayi dalam kondisi konflik rumah tangga memiliki respons yang lebih besar terhadap nada suara sangat marah. Bagian otak yang terlibat dalam regulasi emosi dan stres adalah korteks anterior cingulated rostral, caudate, talamus, dan hipotalamus.

Penelitian sebelumnya pada hewan menunjukkan bahwa wilayah tersebut memperlihatkan efek dari stres di kehidupan awal perkembangan. Tampaknya studi ini juga berlaku untuk bayi manusia saat mengalami fenomena yang sama. "Temuan ini memperlihatkan bahwa bayi menyadari konflik orang tuanya. Konflik tersebut dapat mempengaruhi bagaimana otak bayi menangani stres dan emosi," kata Graham.


Previous
Next Post »
Thanks for your comment