Panduan Memilih Asuransi Kesehatan untuk Freelancer

Bekerja sebagai freelancer atau pekerja lepas belakangan ini memang sangat diminati karena profesi satu ini menawarkan fleksibilitas di berbagai hal. Dari penentuan waktu kerja, tempat, hingga fee yang diterima. Sayangnya, saat bekerja, ada sejumlah risiko yang bakal dihadapi oleh freelancer, salah satunya tak mendapatkan asuransi kesehatan terpercaya seperti yang bisa di klik di sini.

Tak sedikit freelancer yang belum memprioritaskan asuransi kesehatan karena dibayangi asumsi iuran yang memberatkan. Kenyataannya, tidaklah seperti itu, sebagai seorang freelancer Anda tetap bisa memilih asuransi dari perusahaan yang tepat dengan mengikuti panduan berikut ini:

 

·     Pahami tujuan membuat asuransi

 

   Bisa dikatakan freelancer rentan sakit atau mengalami gangguan kesehatan, terutama kalau jam kerja dan istirahatnya tak seimbang. Anda yang merasa butuh jaminan karena menghadapi risiko berulang kali sebaiknya mempertimbangkan asuransi kesehatan. Selain itu, asuransi tersebut bisa dijadikan jaminan jika suatu hari nanti Anda sudah berhenti bekerja.

·     Pelajari jenis dan tanggungan asuransi


Berbeda dari pegawai kantoran, freelancer tak mendapatkan penghasilan tetap. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan akhir,
ada baiknya Anda perlu memeriksa jenis produk asuransi yang akan dipilih hingga tanggungan yang diberikan oleh pihak asuransi. Dengan begitu, Anda tentu tetap masih bisa membayar iuran meski sedang tak mengerjakan proyek atau keuangan sedang menipis.

 

·     Perhatikan cara daftar menjadi nasabah

       
Cara membuat asuransi kesehatan, baik di perusahaan swasta maupun pemerintah, sebenarnya tak jauh berbeda. Meski begitu, Anda harus tetap memerhatikan prosedur dan dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk melengkapi proses registrasi. Jangan ragu untuk mengkonsultasikannya terlebih dulu jika Anda masih bimbang akibat status pekerjaan yang tak menentu.

Tip mengelola keuangan untuk freelancer yang punya asuransi

Karena keuangan jadi faktor yang paling sering membuat freelancer ragu, berikut ada beberapa tip yang bakal membantu Anda mengelola penghasilan setelah mengambil asuransi:

·  Sisihkan pendapatan sebagai dana darurat. Jumlah penghasilan yang selalu berubah akan mengubah prioritas Anda saat menabung. Untuk freelancer, pastikan untuk menyisihkan dana darurat dari pendapatan untuk jaga-jaga saat sedang sepi proyek;

 

·    Cermat dalam memilih proyek. Jumlah fee besar memang menggiurkan, tetapi lihat lagi beban pekerjaan, durasi, dan risiko yang akan Anda hadapi. Periksa juga apakah proyeknya punya prospek berkelanjutan yang bakal membantu dapur agar tetap ngebul;

 

·  Terapkan gaya hidup hemat. Anda yang baru menjalani profesi freelancer mungkin akan kesulitan saat beradaptasi dengan kehidupan baru yang serba hemat. Namun, langkah ini penting dilakukan kalau tak mau tabungan cepat habis;

 

·  Prioritaskan kebutuhan primer. Seorang freelancer cerdas adalah mereka yang senantiasa memprioritaskan kebutuhan primer. Menunggu lebih lama untuk bersenang-senang tak akan merugikan demi mendapatkan masa depan yang terjamin.

Semoga setelah menyimak artikel di atas, Anda yang bekerja sebagai freelancer akan lebih mantap menggunakan asuransi kesehatan agar diri terlindungi dengan baik.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment